Tangan Dingin Widodo C Putro di Arema FC | OneFootball

Tangan Dingin Widodo C Putro di Arema FC | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.net

Bola.net

·2 Maret 2024

Tangan Dingin Widodo C Putro di Arema FC

Gambar artikel:Tangan Dingin Widodo C Putro di Arema FC

Bola.net - Keputusan Arema FC menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih sejauh ini terbukti jitu. Sebab, berkat tangan dingin eks pelatih Persela Lamongan itu, Singo Edan mampu bangkit dan beranjak dari zona degradasi BRI Liga 1 2023/2024.

Saat ini, Arema berada di urutan ke-15 klasemen sementara BRI Liga 1 dengan 30 poin. Mereka unggul dua poin atas Persita Tangerang yang turun ke peringkat 16.


Video OneFootball


Seperti diketahui, dia baru melatih Arema pada 9 Februari 2024. Belum sebulan, dia sudah menjalani tiga pertandingan dengan hasil poin maksimal. Mereka menang lawan RANS Nusantara FC, Persija Jakarta, dan Persikabo 1973.

Widodo mengaku hanya membuat pemain lebih nyaman dan sedikit melakukan sentuhan taktikal. "Saya hanya sedikit melakukan perubahan. Membenahi kelemahan tim. Tetapi, intinya membuat pemain lebih nyaman," jelasnya.

1 dari 4 halaman

Sebelum Widodo datang, Arema agak bermasalah dengan lini depan. Dari 24 pertandingan, Tim Singo Edan baru mencetak 26 gol.

Pada putaran pertama, mereka bergantung kepada Gustavo Almeida. Striker asal Brasil itu mengemas 14 gol dan jadi top skorer Liga 1 musim ini. Namun saat paruh musim, dia dilepas ke Persija Jakarta.

Sejak itu, Arema FC seperti kehilangan striker haus gol. Dedik Setiawan permainannya masih naik turun, sedangkan striker baru, Gilbert Alvarez tampil di bawah ekspektasi. Namun saat Widodo datang, dia melihat ada potensi lain di lini depan Tim Singo Edan.

Striker berpaspor Australia, Charles Lokolingoy, dipasang sebagai targetman. Karena sebelumnya dia lebih sering jadi winger. Adapun Dedik dipasang sedikit melebar dan menjadi striker bayangan.

Lokolingoy membuat empat gol dan satu assist, dan Dedik mencetak dua gol plus dua assist. "Pada latihan, lebih banyak finishing, karena latihan finishing itu menyenangkan bagi pemain. Dan efek positifnya bisa terbawa dalam pertandinga," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Maksimalkan Pemain Berstatus Timnas Indonesia

Ekspresi M Rafli pada laga uji coba antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Jalak Harupat (c) M. Iqbal Ichsan

Komposisi starting eleven Arema FC mengalami perubahan. Beberapa pemain yang sempat diparkir pelatih sebelumnya, Fernando Valente, kembali dipercaya. Seperti M. Rafli, Bagas Adi, dan Arkhan Fikri.

Khusus Arkhan, masih mendapat beberapa kali kesempatan tampil oleh pelatih lama. Namun Rafli dan Bagas, lebih banyak jadi penonton di bangku cadangan.

Rafli dan Bagas sempat butuh waktu lagi untuk menemukan sentuhannya. Namun kini, mereka mulai memberikan kontribusi. Performa paling mencolok diperlihatkan Arkhan.

Gelandang berusia 19 tahun itu menjadi gelandang serang menggeser pemain asing Ariel Lucero. Ada sinyal jika Widodo memberikan kesempatan kepada pemain lokal agar tampil maksimal. Sehingga mereka punya kans kembali ke Timnas Indonesia.

3 dari 4 halaman

Taktik Widodo Lebih Mudah Dipahami Pemain

Widodo C Putro bersama M. Rafli pada sesi latihan Arema FC (c) PT LIB

Jika melihat cara bermain yang diterapkan Widodo, bisa dibilang skemanya lebih mudah dipahami. Misalnya, ketika bermain di cuaca terik, pemainnya diminta menurunkan tempo.

Begitu juga saat bermain di lapangan yang rumputnya lebih tebal. Dia juga tidak memaksa anak buahnya memainkan ball possesion untuk membongkar pertahanan lawan.

Widodo lebih mengutamakan efektivitas permainan. Ternyata, skema yang mudah dipahami membuat pemain lebih lepas dilapangan.

Hal ini berbeda dengan skema Fernando Valente. Pelatih asal Portugal itu membuat pemainnya harus melakukan ball possesion. Baginya, menguasai permainan selama mungkin membuat lawan tidak punya kesempatan berkembang.

Lihat jejak penerbit