
Stats Perform
·25 Februari 2022
Polandia, Swedia & Republik Ceko Kompak Minta Rusia Dicoret Sebagai Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2022

In partnership with
Yahoo sportsStats Perform
·25 Februari 2022
Polandia, Swedia dan Republik Ceko menyerukan agar Rusia dicoret sebagai tuan rumah kualifikasi Piala Dunia 2022 di tengah konflik yang sedang terjadi antara negara tersebut dan Ukraina.
Sesuai jadwal yang ada sampai saat ini, Rusia akan menjadi tuan rumah bagi Polandia di semi-final play-off kualifikasi Piala Dunia pada 24 Maret.
Jika Rusia keluar sebagai pemenang, mereka kemudian akan dijadwalkan untuk bermain lagi di kandang dalam final jalur B melawan Swedia atau Republik Ceko, tetapi ketiga negara sekarang meminta adanya perubahan venue.
Kekhawatiran soal keamanan menjadi alasan utama, terlebih setelah adanya invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, dengan Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan pasukannya ke dua wilayah yang dikuasai kaum separatis di negara tetangga mereka itu.
Laporan menyebutkan ada sejumlah ledakan di berbagai kawasan Ukraina pada Kamis (24/2), dan Polandia, Swedia serta Republik Ceko menanggapi kejadian itu dengan mendesak agar Rusia tidak diizinkan untuk menggelar pertandingan sepakbola di tengah situasi yang tidak kondusif.
"Asosiasi Sepak Bola Polandia (PZPN), Swedia (SvFF) dan Republik Ceko (FACR) menyatakan sikap tegas mereka bahwa pertandingan playoff... tidak boleh dimainkan di wilayah Federasi Rusia," demikian pernyataan bersama dari ketiga negara tersebut.
"Eskalasi militer yang kami amati membawa konsekuensi serius dan keselamatan yang jauh lebih rendah bagi tim nasional sepakbola dan delegasi resmi kami."
Rusia juga akan kehilangan hak untuk menjadi tuan rumah final Liga Champions musim 2021/22, yang semula akan dimainkan di St Petersburg pada 28 Mei.
GOAL mengonfirmasi bahwa UEFA telah mengambil keputusan untuk memindahkan pertandingan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, dengan pengumuman resmi akan dikeluarkan pada Jumat (25/2) ini.
Berikut bunyi pernyataan UEFA: "Menyusul perkembangan situasi antara Rusia dan Ukraina dalam 24 jam terakhir, Presiden UEFA telah memutuskan untuk mengadakan pertemuan luar biasa Komite Eksekutif pada hari Jumat 25 Februari pukul 10:00 CET, untuk mengevaluasi situasi dan mengambil semua keputusan yang diperlukan."
"Komunikasi lebih lanjut akan dilakukan setelah pertemuan Komite Eksekutif UEFA."